Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Review Jurnal Skripsi “Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kinerja Keuangan Sebagai Variabel Intervening Pada Perusahaan Peraih The Indonesia Most Trusted Company – CGPI”



Review Jurnal Skripsi “Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kinerja Keuangan Sebagai Variabel Intervening Pada Perusahaan Peraih The Indonesia Most Trusted Company – CGPI”

Berikut Merupakan Review Jurnal Dari Skripsi Yang Saya Dapat :
A.  PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Agency theory (Jensen dan Meckling,1976) menggambarkan pihak manajemen sebagai agen lebih banyak tahu tentang perusahaan dan bisa memanfaatkan posisinya tersebut untuk keuntungan pihaknya. Hal ini akhirnya mendesak akan adanya suatu sistem pengawasan yang baik yang dikenal dengan Good Corporate Governance (GCG). untuk memberi jaminan keamanan atas dana atau aset yang tertanam pada perusahaan tersebut sekaligus efisiensinya. GCG akan bermanfaat untuk mempermudah memperoleh modal, cost of capital jadi lebih rendah, dan berpengaruh baik pada harga saham. Dengan demikian penerapan GCG dimungkinkan mampu meningkatkan kinerja perusahaan baik terhadap net profit margin (NPM) maupun return on Assets (ROA) yang menjadi sinyal yang direspon para investor mempengaruhi nilai perusahaan. Peneliti menjadikan perusahaan manufaktur dan ekstraktif peraih peringkat IMTC-CGPI tersebut sebagai obyek penelitian karena jenis perusahaan tersebut  paling kompleks transaksinya sehingga lebih mudah terjadi peluang oportunitas manajemen yang bisa mempengaruhi kinerja keuangan dan nilai perusahaan sehingga sangat penting diterapkannya GCG serta untuk tujuan homogenitas data sehingga hasil pengolahan data lebih representatif. Pengujian empiris pengaruh GCG terhadap kinerja perusahaan terdapat pada  penelitian Huang (2010), Isnanta (2008) dan Sayidah (2007). Selanjutnya pengujian empiris pengaruh GCG terhadap ROA terdapat hubungan positif yaitu penelitian Huang (2010) dan penelitian Isnanta (2008). Di sisi lain penelitian Sayidah (2007), menunjukkan tidak ada pengaruh antara GCG terhadap ROA.
Pengujian empiris atas pengaruh  GCG terhadap nilai perusahaan (NP), penelitian Black et al. (2008), Wardani(2008) dan Pranata (2007) menunjukkan terdapat pengaruh antara GCG (dengan proksi CGPI) terhadap NP. Sedangkan yang menunjukkan hasil sebaliknya adalah hasil penelitian Nuswandari (2006). Pengujian empiris pengaruh kinerja keuangan dengan proksi NPM, dilakukan oleh Kuswantari (2010) dan pengaruh ROA terhadap NP dilakukan oleh Yuniarsih dan Wirakusuma (2011) membuktikan bahwa ROA berpengaruh positif terhadap NP. Pengertian berikut ini diadopsi dari Cadbury Committee of united Kingdomm ( IICG, 2011) : “Corporate governance is a set of rules that define the relationship between shareholders, managers, creditors, the government, employees and other internal and external stakeholders in respect to their rights and responsibilities, or the system by which companies are detected and controlled. Menurut Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG, 2011), terdapat lima asas GCG yaitu :      
1.      Transparansi (Transparency)
2.      Akuntabilitas (Accountability)
3.      Responsibilitas (Responsibility)
4.      Independensi (Independency)
5.      Kewajaran dan Kesetaraan (Fairness)

Manfaat GCG menurut FCGI (2011) :
1.Easier to raise capital
2.Lower cost of capital
3.Improved business performance and improved economic performance
4.Good impact on share price.

Rasio - rasio profitabilitas adalah salah satu pengukur kinerja keuangan perusahaan,. Peneliti menggunakan NPM (Net Profit Margin) dan ROA (Return on Assets)
1.      Net Profit Margin (NPM)
Menurut Atkinson, et.al ( 2007: 616) : “ The net profit margin computes the proportion of total revenues that are available for distribution to the common shareholder”
2.      Return On Assets ( ROA.)
Gibson ( 1999: 288 ) menjelaskan “Return on Assets measures the firm‟s ability to utilize its assets to create profit by comparing profit with the assets that generated the profits”. ROA menunjukkan profitabilitas perusahaan dalam penggunaan asetnya tanpa membedakan dari mana sumber pendanaannya.
Nilai perusahaan ( NP ) merupakan tujuan utama ( goal ) perusahaan. Salah satu rasio yang bisa digunakan untuk mengukur nilai perusahaan (NP) berdasar nilai pasarnya dan nilai buku perusahaan adalah Tobin’Q seperti yang dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya.

Hubungan antara GCG, NPM, ROA, dan Nilai Perusahaan (NP)
Terdapatnya hubungan antara GCG dengan nilai perusahaan (NP) dapat dilihat dari pernyataan Institute of Corporate Governance(IICG, 2006) sebagaimana yang diadopsi dari Cadbury Committee of united Kingdom, sebagai berikut : “The objective of corporate governance is to create added value to the stakeholder”. Berikutnya hubungan antara GCG dengan kinerja keuangan perusahaan NPM dan ROA sebagaimana disebutkan oleh FCGI (2006)  adalah bahwa GCG, memudahkan memperoleh modal, cost of capital jadi lebih rendah, sehingga meningkatkan efisiensi, berpengaruh baik terhadap kinerja keuangan.

B. VARIABEL PENELITIAN DAN UKURANNYA
1.  Populasi, Sampel dan Objek Penelitian
Objek penelitian ini adalah perusahaan -perusahaan manufaktur dan ekstraktif yang mendapatkan peringkat The Indonesia Most Trusted Companies-Corporate Governance Perception Index (IMTC-CGPI ) versi investor dan analis seperti yang dipublikasikan oleh majalah SWA pada tahun 2008 sampai dengan 2010.

2. Klasifikasi dan Definisi Operasional Variabel
Penelitian ini melibatkan beberapa variabel dengan klasifikasi sebagai berikut :
1.   Satu variabel bebas (independent variable) yaitu Good Corporate Governance (GCG) yang selanjutnya disebut dengan CGPI sebagai X.
2.      Satu variabel terikat (dependent variable) yaitu Nilai Perusahaan (NP) sebagai Y3.
3.      Dua variable intervening dari Kinerja Keuangan ( di-proksi dengan Net Profit Margin. (NPM) sebagai Y1 dan Return on Assets (ROA) sebagai Y2.
Def      Definisi Operasional Variabel :
1.      Variabel X1 : Corporate GovernancePerception Index ( CGPI )
GCG adalah satu set peraturan atas hubungan antara pemilik, manajer, kreditor, pemerintah, karyawan, dan pemangku kepentingan, Variabel GCG ini di-proksi CGPI versi The Indonesia Most Trusted Companies (IMTC-CGPI). Pengukuran GCG adalah angka IMTC-CGPI yang dipublikasikan majalah SWA.
2.      Variabel Y1 : Net Profit Margin ( NPM )
NPM ini merupakan tingkat profitabilitas dari setiap penjualan yang dilakukan, yaitu kemampuan untuk menciptakan sejumlah rupiah laba yang tersedia untuk pemilik (stockholder atau shareholder), sesuai yang dinyatakan Atkinson, et al.( 2007, 616).
3.      Variabel Y2, Return on Assets (ROA)
ROA adalah rasio profitabilitas yang menunjukkan kemampuan perusahaan memanfaatkan asetnya untuk menciptakan laba tanpa membedakan dari mana sumber pendanaannya.
4.      Variabel Y3, Nilai Perusahaan (NP)
Nilai perusahaan ( NP ) adalah tujuan utama (goal) dari perusahaan pada umumnya Rasio yang digunakan adalah Tobin’Q, yang dinyatakan oleh Tobin (1996). 
 
3. Model Analisis Penelitian
Penelitian ini menggunakan model analisis jalur (Path Analysis) atau analisis jalur, karena penelitian menerangkan akibat langsung dan tidak langsung seperangkat variabel terukur (parametrik), sebagai variabel bebas (dependent), terhadap variabel terikat (independent) dan variabel perantara (intervening).
Model analisis regresi linear digunakan untuk analisis path, menurut Mulyono (2003, 236). Model persamaannya : Y1 = a1 + Py1x1 X1 + e1 

4. Teknik Pengumpulan Data
1.      Studi Kepustakaan (Library Research) Majalah SWA, untuk data IMTC-CGPI.
2.      Studi Lapangan (Field Researh) dengan Dokumentasi Laporan tahunan perusahaan untuk data ROA, NPM dan NP. 
 
5.   Cara Pengolahan dan Analisis Data
Cara pengolahan data yang tepat pada penelitian ini adalah Model Analisis Jalur dengan menggunakan program Software SPSS for Windows release 15.0. Langkah – langkah dalam analisis jalur (Hair et al., 2010 ) adalah :
1.      Men-standar-kan data penelitian, semua variabel penelitian terukur (parametrik).
2.      Menggambarkan rancangan diagram jalur.
3.      Menganalisis persamaan analisis jalur dan pengujian hipotesis.
4.   Menganalisis dan mengiterpretasikan hasil, meliputi pengaruh langsung dengan Uji Partial ( Uji t ) dengan tingkat signifikansi 5%, dan pengaruh tak langsung dengan melakukan perkalian terhadap koefisien jalur pertama dengan koefisien jalur kedua.

C. HASIL PENELITIAN
Pengaruh Langsung
a.      Pengaruh CGPI terhadap NPM
Hasil pengujian pengaruh CGPI terhadap NPM pada penelitian ini menunjukkan koefisien path sebesar 0.201 dan tingkat signifikansi 0.382. Hal ini berarti bahwa CGPI tidak berpengaruh terhadap NPM. Kemungkinan GCG tidak memberi manfaat untuk efisiensi biaya, atau karena adanya pengaruh krisis keuangan global yang terjadi pada tahun 2008.  Oleh karena uji signifikansi menunjukkan hasil 0.382 (> 0,050) maka hipotesis H1.3 : CGPI berpengaruh terhadap NPM tidak terbukti.
b.      Pengaruh CGPI terhadap ROA
Hasil pengujian pengaruh CGPI terhadap ROA pada penelitian ini menunjukkan koefisien path sebesar 0.255 dan tingkat signifikansi 0.264. Hal ini berarti bahwa CGPI tidak berpengaruh terhadap ROA CGPI mencerminkan mutu GCG, dan diharapkan bisa mendorong tingginya EBIT, serta sistem pengawasan yang baik sehingga mendorong efektivitas penggunaan aktiva perusahaan, ternyata hal tersebut tidak terbukti. Oleh karena uji signifikasi pengaruh CGPI terhadap ROA menunjukkan hasil 0,05 (tidak signifikan) maka hipotesis penelitian ini H1.4 : CGPI berpengaruh terhadap ROA tidak terbukti.
c.       Pengaruh NPM terhadap NP
Hasil pengujian pengaruh NPM terhadap NP pada penelitian ini menunjukkan koefisien path sebesar 0.155 dan tingkat signifikansi 0.512. Hal ini berarti bahwa NPM berpengaruh positif tidak signifikan terhadap NP. Oleh karena hasil uji signifikansi  sebesar 0.512 ( > 0,050) di atas, dapat dinyatakan bahwa hipotesis penelitian H2.3 : NPM berpengaruh terhadap NP tidak terbukti kebenarannya.
d.      Pengaruh ROA terhadap NP
Hasil pengujian pengaruh ROA terhadap NP pada penelitian ini menunjukkan koefisien path sebesar 0.564 dan tingkat signifikansi 0.010. Hal ini berarti bahwa ROA berpengaruh positif signifikan terhadap NP. Besarnya ROA menunjukkan  kemampuan perusahaan untuk menghasilkan profitabilitas bagi semua pemberi dana, baik stockholder maupun debt holder. Oleh karena itu besarnya ROA menjadi perhatian para stakeholder utama ini. Pada penelitian ini diperoleh hasil uji signifikasi pengaruh ROA terhadap NP adalah 0,010 yang mengindikasikan pengaruh yang signifikan (< 0,050), yang berartipula ROA sebagai sinyal yang direspon baik oleh para investor sehingga bisa mempengaruhi harga saham. Dengan demikian hipotesis dalam penelitian H2.4 : ROA berpengaruh terhadap NP terbukti kebenarannya.
e.       Pengaruh CGPI terhadap NP
Hasil pengujian pengaruh CGPI terhadap NP pada penelitian ini terdapat empat model sesuai banyaknya variabel intervening. Keempatnya menunjukkan koefisien path positif sebagaimana tampak pada Tabel 5.14 masing-masing, Model 1 sebesar 0.192, Model 2 sebesar 0.188, Model 3 sebesar 0.201 dan Model 4 sebesar 0.088. Tingkat signifikansi masing-masing mengindikasikan pengaruh yang tidak signifikan ( > 0.050) yaitu, Model 1 sebesar 0.380, Model 2 sebesar 0.441, Model 3 sebesar 0.396, dan Model 4 sebesar 0.695. Hal ini berarti bahwa CGPI berpengaruh positif tidak signifikan terhadap NP.  Oleh karena semua uji signifikansi atas pengaruh CGPI menghasilkan nilai > 0.050 maka hipotesis penelitian ini H1.1 : CGPI berpengaruh terhadap NP tidak terbukti kebenarannya.
Pengaruh Tak Langsung
Pada penelitian ini hasil uji pengaruh tak langsung variabel bebas CGPI (X) terhadap NP (Y3) dengan melalui variabel intervening dapat dilihat pada Tabel 4.11 Pada tabel tersebut tampak jelas bahwa hanya Model 4 yaitu hasil pengujian pengaruh CGPI terhadap NP dengan ROA sebagai variabel intervening, koefisien yang melalui variabel interveningadalah yang lebih besar, namun karena pengaruh CGPI terhadap ROA tidak signifikan, maka ROA tak berhasil menjadi
variabel intervening. Dengan demikian hasil pengujian hipotesis pengaruh tidak langsung pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
a.  H3.1 : CGPI berpengaruh terhadap NP dengan NPM sebagai variabel intervening tidak terbukti kebenarannya.
b.      H3.2 : CGPI berpengaruh terhadap NP dengan ROA sebagai variabel intervening tidak
terbukti kebenarannya.

D. SARAN
Saran saya sebagai pembaca dari jurnal skripsi penelitian ini  adalah sebagai berikut:
1.      Untuk penelitian selanjutnya agar menghasilkan kinerja perusahaan yang baik dan hasil uji signifikannya tidak lemah disarankan jangan mengambil periode penelitian pada saat terjadinya kondisi perekonomian yang dilanda krisis keuangan global.
2.    Untuk memperoleh hasil penelitian yang lebih baik penelitian selanjutnya dapat memperbanyak sampel dan jangka periode penelitian yang lebih panjang lagi.

Sumber :


NAMA : DISTY MEDIAN VANIDA
NPM : 22210099
KELAS : 4EB10

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tugas 1 Norma Sosial (Kelompok Liability)

Norma Sosial
Norma sosial adalah kebiasaan umum yang menjadi patokan perilaku dalam suatu kelompok masyarakat dan batasan wilayah tertentu. Norma akan berkembang seiring dengan kesepakatan-kesepakatan sosial masyarakatnya, sering juga disebut dengan peraturan sosial. Norma menyangkut perilaku-perilaku yang pantas dilakukan dalam menjalani interaksi sosialnya. Keberadaan norma dalam masyarakat bersifat memaksa individu atau suatu kelompok agar bertindak sesuai dengan aturan sosial yang telah terbentuk. Pada dasarnya, norma disusun agar hubungan di antara manusia dalam masyarakat dapat berlangsung tertib sebagaimana yang diharapkan.
Norma tidak boleh dilanggar. Siapa pun yang melanggar norma atau tidak bertingkah laku sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam norma itu, akan memperoleh hukuman. Misalnya, bagi siswa yang terlambat dihukum tidak boleh masuk kelas, bagi siswa yang mencontek pada saat ulangan tidak boleh meneruskan ulangan.
Norma merupakan hasil buatan manusia sebagai makhluk sosial. Pada awalnya, aturan ini dibentuk secara tidak sengaja. Lama-kelamaan norma-norma itu disusun atau dibentuk secara sadar. Norma dalam masyarakat berisis tata tertib, aturan, dan petunjuk standar perilaku yang pantas atau wajar.
Berikut tingkatan norma sosial yang ada di Indonesia :
1.     Cara (usage)
Cara adalah suatu bentuk perbuatan tertentu yang dilakukan individu dalam suatu masyarakat tetapi tidak secara terus-menerus.
Contoh: cara makan yang wajar dan baik serta tidak mengeluarkan suara seperti hewan.
2.     Kebiasaan (folkways)
Kebiasaan merupakan suatu bentuk perbuatan berulang-ulang dengan bentuk yang sama yang dilakukan secara sadar dan mempunyai tujuan-tujuan jelas dan dianggap baik dan benar.
Contoh: Memberi hadiah kepada orang-orang yang berprestasi dalam suatu kegiatan atau kedudukan, memakai baju yang bagus pada waktu pesta. kesopanan dalam berperilaku / berpenampilan sopan
3.     Tata kelakuan (mores)
Tata kelakuan adalah sekumpulan perbuatan yang mencerminkan sifat-sifat hidup dari sekelompok manusia yang dilakukan secara sadar guna melaksanakan pengawasan oleh sekelompok masyarakat terhadap anggota-anggotanya. Dalam tata kelakuan terdapat unsur memaksa atau melarang suatu perbuatan.
Contoh: Melarang pembunuhan, pemerkosaan, atau menikahi saudara kandung.
4.     Adat istiadat (custom)
Adat istiadat adalah kumpulan tata kelakuan yang paling tinggi kedudukannya karena bersifat kekal dan terintegrasi sangat kuat terhadap masyarakat yang memilikinya
Norma atau etika yang biasa dilanggar oleh mahasiswa yaitu seperti sering datang terlambat, sering tidak masuk kuliah, tidak mengerjakan tugas yang diberikan dosen, maka konsekuensi yang diterima mahasiswa tersebut adalah tidak lulus kuliah atau mendapat nilai E
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Norma_sosial
Social Norms
Social norms is a common habit that a standard of behavior in a society and certain regional boundaries . Norms will be developed along with community social agreements, often also referred to as social regulation . Norms regarding appropriate behaviors performed in carrying out their social interactions . Existence of norms in society are forcing individual or a group to act in accordance with social rules that have been established . Basically , the norm arranged so that the relationship between human society was orderly as can be expected .


Norms should not be violated . Anyone who violates the norms or not behave in accordance with the provisions of the norm , it will get punishment . For example , for students who are late to class should not be punished , for students who cheat during replication replicates should not continue.

Norms is the result of man-made as a social being . At first , this rule is formed by accident . Over time the norms consciously organized or formed . Norms in society berisis rules , regulations , and standards of appropriate behavior guidance or reasonable .

The following levels of social norms that exist in Indonesia :
a.       usage
usage is a form of certain acts by individuals within a community but not continuously .
Example : how to eat a reasonable and good and does not sound like an animal .
b.      folkways
Folkways is a form of repetitive actions with the same form of conscious and have clear objectives and be good and true .
Example : Give a gift to those who excel in an activity or standing , wearing nice clothes at a party . modesty in behavior / polite appearance
c.       mores
mores  is a set of actions that reflect the properties of a group of human life that is conscious to exercise oversight by a group of people against its members . In the code of conduct contained elements of force or prohibit an act .
Example : Kill , rape , or married siblings .
d.      Customs
Customs code of conduct is a collection of the highest position because it is eternal and integrated very strongly to people who have

Norms or ethical usual violated by the student is often come late, often not go to college, not a lecturer task, then the consequence is the student gets the value of E.
Source :
http://id.wikipedia.org/wiki/Norma_sosial

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Etika

ETIKA

Pada tulisan saya ini, saya akan membahas mengenai etika, mulai dari pengertian, jenis, serta prinsipnya. Etika berasal dari kata Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan" adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral.Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita.Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.
Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi, karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu:
-          meta-etika (studi konsep etika)
-          etika normatif (studi penentuan nilai etika)
-          etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika). 

            Definisi Etika
            Ada beberapa definisi etika menurut beberapa para ahli diantaranya yaitu:
-          Menurut Bertens : Nilai- nilai atau norma – norma yang menjadi pegangan seseorang atau suatu   kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
-          Menurut KBBI : Etika dirumuskan dalam 3 arti yaitu tentang apa yang baik dan apa yang buruk, nilai yang berkenaan dengan akhlak, dan nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
-          Menurut Sumaryono (1995) : Etika berkembang menjadi studi tentang manusia berdasarkan kesepakatan menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan manusia pada umumnya. Selain itu etika juga berkembang menjadi studi tentang kebenaran dan ketidakbenaran berdasarkan kodrat manusia yang diwujudkan melalui kehendak manusia.Jadi dari definisi diatas menurut beberapa para ahli saya dapat mengambil kesimpulan bahwa etika merupakan suatu pedoman manusia dalam bertingkah laku untuk dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Active Voice And Passive Voice


Active Voice And Passive Voice

Pada tulisan blog kali ini saya akan membahas mengenai kalimat akltif (active voice dan kalimat pasif (passive voice), berikut adalah pengertiannya:

  • Active Voice (Kalimat Aktif) adalah suatu kalimat yang pokok (subject) melakukan pekerjaan, selain itu juga suatu kalimat yang berawalan ‘me’ dan ‘ber’ .

  • Passive Voice (Kalimat Pasif) adalah suatu kalimat yang pokok (subject) dikenai pekerjaan. Dengan kata lain subject kalimat tersebut menjadi sasaran kegiatan yang dinyatakan oleh kata kerja. Dalam bahasa indonesia ciri-ciri kalimat pasif adalah kata kerjanya yang berawalan dengan ‘di’ dan beberapa lagi memiliki awalan ‘ter’ (tergantung pada konteks kalimat).


Ada beberapa hal yang harus kita ingat dalam mengubah active voice menjadi passive voice. Pertama, ingatlah bahwa verb (kata kerja) dalam active voice berupa Verb 1, dan dalam passive voice berupa Verb 3. Hal ini merupakan yang paling mutlak. Kedua, perubah aktif ke pasif tidak membutuhkan perubahan tenses. Hal ini akan mempermudah kita dalam mengganti kalimat aktif pasif. Ketiga, untuk lebih memudahkan lagi, kita pindahkan Objek yang letak awalnya di belakang (pada kalimat aktif) ke depan (pada kalimat pasif). Keempat, jangan lupa menambahkan ‘by’ sebelum subjek (pada kalimat pasif). Berikut adalah contoh kalimatnya :
SIMPLE PRESENT TENSE
1.     A: I buy a book today.
P: (+) A book is bought by me today.
 (-) A book is not bought by me today.
2.  A: The cat catch the mouse today.
 P: (+) The mouse is caught by the cat today
 (-) The mouse is not caught by the cat today.
SIMPLE PAST TENSE
1.     A: We visited them two days ago.
P: (+) They were visited by us two days ago.
 (-) They were not visited by us two days ago.
2.  A: He bought the pen from the shop yesterday.
 P: (+) The pen was bought by him from the shop yesterday.
 (-) The pen was not bought by him from the shop yesterday.

SIMPLE FUTURE TENSE
1.     A: I shall visit my father tomorrow morning.
P: (+) My father will be visited by me tomorrow morning.
    (-) My father will not be visited by me tomorrow morning.
2.  A: We shall take this book next week.
     P: (+) This book will be taken by us next week.
 (-) This book will not be taken by us next week.

PRESENT CONTINUOUS
1.     A: I am reading the magazine now.
P: (+) The magazine is being read by me now.
 (-) The magazine is not being read by me now.
2.  A: They are drinking the tea now.
 P: (+) The tea is being drunk by them now.
 (-) The tea is not being drunk by them now.

PAST CONTINUOUS
1.     A: My brother  was biting the dog last month.
P: (+) The dog was being bitten by my brother last month.
 (-) The dog was not being bitten by my brother last month.
2.  A: She was sending the letter to me last week.
 P: (+) The letter was being sent by her to me last week.
 (-) The letter was not being sent by her to me last week.

FUTURE CONTINOUS
1.     A: Manny will buying a book.
P: (+) A book will be being bought by Manny.
 (-) A book will not be being bought by Manny.
2.  A: She will be watering this plant.
     P: (+) This plant will be being watered by her.
 (-) This plant will not be being watered by her.

PRESENT PERFECT
1.     A: We have bought a new magazine just now.
P: (+) A new magazine has been bought by us just now.
    (-) A new magazine has not been bought by us just now.
2.  A: Elsy has driven the car to my house just now.
     P: (+) The car has been driven by Elsy to my house just now.
         (-) The car has not been driven by Elsy to my house just now.

PAST PERFECT
1.     A: He had sold his car to me yesterday.
P: (+) His car had been sold to me by him yesterday.
    (-) His car had not been sold to me by him yesterday.
2.  A : She had opened the box last week.
      P: (+) The box had been opened by her last week.
          (-)The box had not been opened by her last week.

Sumber:
-      Complete English Grammar penerbit “Apollo” Surabaya.



Nama : Disty Median Vanida
NPM : 22210099
Kelas : 3EB10





  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS