Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Review Jurnal Skripsi “Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kinerja Keuangan Sebagai Variabel Intervening Pada Perusahaan Peraih The Indonesia Most Trusted Company – CGPI”



Review Jurnal Skripsi “Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kinerja Keuangan Sebagai Variabel Intervening Pada Perusahaan Peraih The Indonesia Most Trusted Company – CGPI”

Berikut Merupakan Review Jurnal Dari Skripsi Yang Saya Dapat :
A.  PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Agency theory (Jensen dan Meckling,1976) menggambarkan pihak manajemen sebagai agen lebih banyak tahu tentang perusahaan dan bisa memanfaatkan posisinya tersebut untuk keuntungan pihaknya. Hal ini akhirnya mendesak akan adanya suatu sistem pengawasan yang baik yang dikenal dengan Good Corporate Governance (GCG). untuk memberi jaminan keamanan atas dana atau aset yang tertanam pada perusahaan tersebut sekaligus efisiensinya. GCG akan bermanfaat untuk mempermudah memperoleh modal, cost of capital jadi lebih rendah, dan berpengaruh baik pada harga saham. Dengan demikian penerapan GCG dimungkinkan mampu meningkatkan kinerja perusahaan baik terhadap net profit margin (NPM) maupun return on Assets (ROA) yang menjadi sinyal yang direspon para investor mempengaruhi nilai perusahaan. Peneliti menjadikan perusahaan manufaktur dan ekstraktif peraih peringkat IMTC-CGPI tersebut sebagai obyek penelitian karena jenis perusahaan tersebut  paling kompleks transaksinya sehingga lebih mudah terjadi peluang oportunitas manajemen yang bisa mempengaruhi kinerja keuangan dan nilai perusahaan sehingga sangat penting diterapkannya GCG serta untuk tujuan homogenitas data sehingga hasil pengolahan data lebih representatif. Pengujian empiris pengaruh GCG terhadap kinerja perusahaan terdapat pada  penelitian Huang (2010), Isnanta (2008) dan Sayidah (2007). Selanjutnya pengujian empiris pengaruh GCG terhadap ROA terdapat hubungan positif yaitu penelitian Huang (2010) dan penelitian Isnanta (2008). Di sisi lain penelitian Sayidah (2007), menunjukkan tidak ada pengaruh antara GCG terhadap ROA.
Pengujian empiris atas pengaruh  GCG terhadap nilai perusahaan (NP), penelitian Black et al. (2008), Wardani(2008) dan Pranata (2007) menunjukkan terdapat pengaruh antara GCG (dengan proksi CGPI) terhadap NP. Sedangkan yang menunjukkan hasil sebaliknya adalah hasil penelitian Nuswandari (2006). Pengujian empiris pengaruh kinerja keuangan dengan proksi NPM, dilakukan oleh Kuswantari (2010) dan pengaruh ROA terhadap NP dilakukan oleh Yuniarsih dan Wirakusuma (2011) membuktikan bahwa ROA berpengaruh positif terhadap NP. Pengertian berikut ini diadopsi dari Cadbury Committee of united Kingdomm ( IICG, 2011) : “Corporate governance is a set of rules that define the relationship between shareholders, managers, creditors, the government, employees and other internal and external stakeholders in respect to their rights and responsibilities, or the system by which companies are detected and controlled. Menurut Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG, 2011), terdapat lima asas GCG yaitu :      
1.      Transparansi (Transparency)
2.      Akuntabilitas (Accountability)
3.      Responsibilitas (Responsibility)
4.      Independensi (Independency)
5.      Kewajaran dan Kesetaraan (Fairness)

Manfaat GCG menurut FCGI (2011) :
1.Easier to raise capital
2.Lower cost of capital
3.Improved business performance and improved economic performance
4.Good impact on share price.

Rasio - rasio profitabilitas adalah salah satu pengukur kinerja keuangan perusahaan,. Peneliti menggunakan NPM (Net Profit Margin) dan ROA (Return on Assets)
1.      Net Profit Margin (NPM)
Menurut Atkinson, et.al ( 2007: 616) : “ The net profit margin computes the proportion of total revenues that are available for distribution to the common shareholder”
2.      Return On Assets ( ROA.)
Gibson ( 1999: 288 ) menjelaskan “Return on Assets measures the firm‟s ability to utilize its assets to create profit by comparing profit with the assets that generated the profits”. ROA menunjukkan profitabilitas perusahaan dalam penggunaan asetnya tanpa membedakan dari mana sumber pendanaannya.
Nilai perusahaan ( NP ) merupakan tujuan utama ( goal ) perusahaan. Salah satu rasio yang bisa digunakan untuk mengukur nilai perusahaan (NP) berdasar nilai pasarnya dan nilai buku perusahaan adalah Tobin’Q seperti yang dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya.

Hubungan antara GCG, NPM, ROA, dan Nilai Perusahaan (NP)
Terdapatnya hubungan antara GCG dengan nilai perusahaan (NP) dapat dilihat dari pernyataan Institute of Corporate Governance(IICG, 2006) sebagaimana yang diadopsi dari Cadbury Committee of united Kingdom, sebagai berikut : “The objective of corporate governance is to create added value to the stakeholder”. Berikutnya hubungan antara GCG dengan kinerja keuangan perusahaan NPM dan ROA sebagaimana disebutkan oleh FCGI (2006)  adalah bahwa GCG, memudahkan memperoleh modal, cost of capital jadi lebih rendah, sehingga meningkatkan efisiensi, berpengaruh baik terhadap kinerja keuangan.

B. VARIABEL PENELITIAN DAN UKURANNYA
1.  Populasi, Sampel dan Objek Penelitian
Objek penelitian ini adalah perusahaan -perusahaan manufaktur dan ekstraktif yang mendapatkan peringkat The Indonesia Most Trusted Companies-Corporate Governance Perception Index (IMTC-CGPI ) versi investor dan analis seperti yang dipublikasikan oleh majalah SWA pada tahun 2008 sampai dengan 2010.

2. Klasifikasi dan Definisi Operasional Variabel
Penelitian ini melibatkan beberapa variabel dengan klasifikasi sebagai berikut :
1.   Satu variabel bebas (independent variable) yaitu Good Corporate Governance (GCG) yang selanjutnya disebut dengan CGPI sebagai X.
2.      Satu variabel terikat (dependent variable) yaitu Nilai Perusahaan (NP) sebagai Y3.
3.      Dua variable intervening dari Kinerja Keuangan ( di-proksi dengan Net Profit Margin. (NPM) sebagai Y1 dan Return on Assets (ROA) sebagai Y2.
Def      Definisi Operasional Variabel :
1.      Variabel X1 : Corporate GovernancePerception Index ( CGPI )
GCG adalah satu set peraturan atas hubungan antara pemilik, manajer, kreditor, pemerintah, karyawan, dan pemangku kepentingan, Variabel GCG ini di-proksi CGPI versi The Indonesia Most Trusted Companies (IMTC-CGPI). Pengukuran GCG adalah angka IMTC-CGPI yang dipublikasikan majalah SWA.
2.      Variabel Y1 : Net Profit Margin ( NPM )
NPM ini merupakan tingkat profitabilitas dari setiap penjualan yang dilakukan, yaitu kemampuan untuk menciptakan sejumlah rupiah laba yang tersedia untuk pemilik (stockholder atau shareholder), sesuai yang dinyatakan Atkinson, et al.( 2007, 616).
3.      Variabel Y2, Return on Assets (ROA)
ROA adalah rasio profitabilitas yang menunjukkan kemampuan perusahaan memanfaatkan asetnya untuk menciptakan laba tanpa membedakan dari mana sumber pendanaannya.
4.      Variabel Y3, Nilai Perusahaan (NP)
Nilai perusahaan ( NP ) adalah tujuan utama (goal) dari perusahaan pada umumnya Rasio yang digunakan adalah Tobin’Q, yang dinyatakan oleh Tobin (1996). 
 
3. Model Analisis Penelitian
Penelitian ini menggunakan model analisis jalur (Path Analysis) atau analisis jalur, karena penelitian menerangkan akibat langsung dan tidak langsung seperangkat variabel terukur (parametrik), sebagai variabel bebas (dependent), terhadap variabel terikat (independent) dan variabel perantara (intervening).
Model analisis regresi linear digunakan untuk analisis path, menurut Mulyono (2003, 236). Model persamaannya : Y1 = a1 + Py1x1 X1 + e1 

4. Teknik Pengumpulan Data
1.      Studi Kepustakaan (Library Research) Majalah SWA, untuk data IMTC-CGPI.
2.      Studi Lapangan (Field Researh) dengan Dokumentasi Laporan tahunan perusahaan untuk data ROA, NPM dan NP. 
 
5.   Cara Pengolahan dan Analisis Data
Cara pengolahan data yang tepat pada penelitian ini adalah Model Analisis Jalur dengan menggunakan program Software SPSS for Windows release 15.0. Langkah – langkah dalam analisis jalur (Hair et al., 2010 ) adalah :
1.      Men-standar-kan data penelitian, semua variabel penelitian terukur (parametrik).
2.      Menggambarkan rancangan diagram jalur.
3.      Menganalisis persamaan analisis jalur dan pengujian hipotesis.
4.   Menganalisis dan mengiterpretasikan hasil, meliputi pengaruh langsung dengan Uji Partial ( Uji t ) dengan tingkat signifikansi 5%, dan pengaruh tak langsung dengan melakukan perkalian terhadap koefisien jalur pertama dengan koefisien jalur kedua.

C. HASIL PENELITIAN
Pengaruh Langsung
a.      Pengaruh CGPI terhadap NPM
Hasil pengujian pengaruh CGPI terhadap NPM pada penelitian ini menunjukkan koefisien path sebesar 0.201 dan tingkat signifikansi 0.382. Hal ini berarti bahwa CGPI tidak berpengaruh terhadap NPM. Kemungkinan GCG tidak memberi manfaat untuk efisiensi biaya, atau karena adanya pengaruh krisis keuangan global yang terjadi pada tahun 2008.  Oleh karena uji signifikansi menunjukkan hasil 0.382 (> 0,050) maka hipotesis H1.3 : CGPI berpengaruh terhadap NPM tidak terbukti.
b.      Pengaruh CGPI terhadap ROA
Hasil pengujian pengaruh CGPI terhadap ROA pada penelitian ini menunjukkan koefisien path sebesar 0.255 dan tingkat signifikansi 0.264. Hal ini berarti bahwa CGPI tidak berpengaruh terhadap ROA CGPI mencerminkan mutu GCG, dan diharapkan bisa mendorong tingginya EBIT, serta sistem pengawasan yang baik sehingga mendorong efektivitas penggunaan aktiva perusahaan, ternyata hal tersebut tidak terbukti. Oleh karena uji signifikasi pengaruh CGPI terhadap ROA menunjukkan hasil 0,05 (tidak signifikan) maka hipotesis penelitian ini H1.4 : CGPI berpengaruh terhadap ROA tidak terbukti.
c.       Pengaruh NPM terhadap NP
Hasil pengujian pengaruh NPM terhadap NP pada penelitian ini menunjukkan koefisien path sebesar 0.155 dan tingkat signifikansi 0.512. Hal ini berarti bahwa NPM berpengaruh positif tidak signifikan terhadap NP. Oleh karena hasil uji signifikansi  sebesar 0.512 ( > 0,050) di atas, dapat dinyatakan bahwa hipotesis penelitian H2.3 : NPM berpengaruh terhadap NP tidak terbukti kebenarannya.
d.      Pengaruh ROA terhadap NP
Hasil pengujian pengaruh ROA terhadap NP pada penelitian ini menunjukkan koefisien path sebesar 0.564 dan tingkat signifikansi 0.010. Hal ini berarti bahwa ROA berpengaruh positif signifikan terhadap NP. Besarnya ROA menunjukkan  kemampuan perusahaan untuk menghasilkan profitabilitas bagi semua pemberi dana, baik stockholder maupun debt holder. Oleh karena itu besarnya ROA menjadi perhatian para stakeholder utama ini. Pada penelitian ini diperoleh hasil uji signifikasi pengaruh ROA terhadap NP adalah 0,010 yang mengindikasikan pengaruh yang signifikan (< 0,050), yang berartipula ROA sebagai sinyal yang direspon baik oleh para investor sehingga bisa mempengaruhi harga saham. Dengan demikian hipotesis dalam penelitian H2.4 : ROA berpengaruh terhadap NP terbukti kebenarannya.
e.       Pengaruh CGPI terhadap NP
Hasil pengujian pengaruh CGPI terhadap NP pada penelitian ini terdapat empat model sesuai banyaknya variabel intervening. Keempatnya menunjukkan koefisien path positif sebagaimana tampak pada Tabel 5.14 masing-masing, Model 1 sebesar 0.192, Model 2 sebesar 0.188, Model 3 sebesar 0.201 dan Model 4 sebesar 0.088. Tingkat signifikansi masing-masing mengindikasikan pengaruh yang tidak signifikan ( > 0.050) yaitu, Model 1 sebesar 0.380, Model 2 sebesar 0.441, Model 3 sebesar 0.396, dan Model 4 sebesar 0.695. Hal ini berarti bahwa CGPI berpengaruh positif tidak signifikan terhadap NP.  Oleh karena semua uji signifikansi atas pengaruh CGPI menghasilkan nilai > 0.050 maka hipotesis penelitian ini H1.1 : CGPI berpengaruh terhadap NP tidak terbukti kebenarannya.
Pengaruh Tak Langsung
Pada penelitian ini hasil uji pengaruh tak langsung variabel bebas CGPI (X) terhadap NP (Y3) dengan melalui variabel intervening dapat dilihat pada Tabel 4.11 Pada tabel tersebut tampak jelas bahwa hanya Model 4 yaitu hasil pengujian pengaruh CGPI terhadap NP dengan ROA sebagai variabel intervening, koefisien yang melalui variabel interveningadalah yang lebih besar, namun karena pengaruh CGPI terhadap ROA tidak signifikan, maka ROA tak berhasil menjadi
variabel intervening. Dengan demikian hasil pengujian hipotesis pengaruh tidak langsung pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
a.  H3.1 : CGPI berpengaruh terhadap NP dengan NPM sebagai variabel intervening tidak terbukti kebenarannya.
b.      H3.2 : CGPI berpengaruh terhadap NP dengan ROA sebagai variabel intervening tidak
terbukti kebenarannya.

D. SARAN
Saran saya sebagai pembaca dari jurnal skripsi penelitian ini  adalah sebagai berikut:
1.      Untuk penelitian selanjutnya agar menghasilkan kinerja perusahaan yang baik dan hasil uji signifikannya tidak lemah disarankan jangan mengambil periode penelitian pada saat terjadinya kondisi perekonomian yang dilanda krisis keuangan global.
2.    Untuk memperoleh hasil penelitian yang lebih baik penelitian selanjutnya dapat memperbanyak sampel dan jangka periode penelitian yang lebih panjang lagi.

Sumber :


NAMA : DISTY MEDIAN VANIDA
NPM : 22210099
KELAS : 4EB10

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar